Meriah dan Penuh Makna, Penutupan KKN Internasional Universitas Bima International MFH Berlangsung Sukses di Lombok

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Bima International MFH resmi ditutup pada Sabtu, 17 Mei 2025. Penutupan berlangsung meriah di kampus utama yang berlokasi di Lombok, menandai akhir dari rangkaian pengabdian masyarakat lintas budaya yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, termasuk STIE Yapis Dompu.

Acara penutupan diisi dengan penampilan seni budaya dari tiap delegasi, refleksi kegiatan selama KKN, serta pemberian penghargaan kepada peserta yang berprestasi. Suasana penuh semangat dan kebersamaan terasa kuat sepanjang acara, mencerminkan keberhasilan program ini dalam membangun kolaborasi antarbudaya dan meningkatkan kepedulian sosial mahasiswa.

Salah satu momen membanggakan datang dari delegasi STIE Yapis Dompu yang berhasil meraih Penghargaan Kostum Terbaik berkat penampilan budaya yang memukau. Busana adat khas Lombok yang dikenakan dengan penuh percaya diri berhasil menarik perhatian panitia dan peserta lainnya.

Turut hadir dalam acara penutupan ini, Wakil Ketua III STIE Yapis Dompu, Chairul Adhim, SE., MM, yang memberikan dukungan langsung kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan berskala internasional ini.

“KKN Internasional ini bukan hanya tentang pengabdian, tetapi juga tentang pembelajaran lintas budaya. Kami mengapresiasi Universitas Bima International MFH atas penyelenggaraan acara yang luar biasa ini,” ujar Chairul Adhim.

KKN Internasional Universitas Bima International MFH merupakan program tahunan yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kepedulian, kerjasama global, dan penguatan identitas lokal kepada mahasiswa. Selama program berlangsung, peserta terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, edukasi, dan budaya bersama masyarakat setempat.

Penutupan ini menandai berakhirnya perjalanan yang penuh makna, dan menjadi titik awal bagi para peserta untuk meneruskan semangat pengabdian di tengah masyarakat masing-masing. Dengan pengalaman lintas budaya yang diperoleh, para mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan yang lebih peka, tangguh, dan berwawasan global.